Cara membuat anggaran bulanan yang realistis
Diperbarui:
Anggaran yang gagal biasanya disusun dari angka harapan. Anggaran yang bertahan disusun dari pengeluaran nyata, lalu disesuaikan sedikit demi sedikit. Berikut urutannya.
Kumpulkan pengeluaran tiga bulan terakhir
Ambil catatan atau mutasi rekening tiga bulan terakhir dan jumlahkan per kategori. Rata-rata tiga bulan lebih dapat dipercaya daripada satu bulan, karena ada bulan yang lebih boros dan ada yang lebih hemat.
Pisahkan tagihan tetap dari yang bisa diatur
Sewa, cicilan, listrik, internet, dan asuransi hampir tidak bisa ditawar bulan ini. Hitung dulu semuanya sebagai kewajiban. Sisa penghasilan setelah kewajiban itulah yang benar-benar bisa kamu atur.
Pakai 50/30/20 sebagai titik awal, bukan aturan mutlak
Pembagian yang banyak dipakai: 50 persen untuk kebutuhan, 30 persen untuk keinginan, 20 persen untuk tabungan dan pelunasan utang. Ini titik awal yang mudah diingat. Di kota dengan biaya hidup tinggi, porsi kebutuhan bisa lebih besar, dan tidak apa-apa. Yang penting, ada bagian tabungan yang dipisahkan lebih dulu, bukan sisa di akhir bulan.
- Kebutuhan: makan, transportasi, sewa, tagihan, cicilan
- Keinginan: hiburan, belanja tidak wajib, makan di luar
- Tabungan dan utang: dana darurat, target, pelunasan tambahan
Tetapkan batas per kategori
Beri batas untuk lima kategori terbesar saja. Kategori kecil tidak perlu diawasi satu per satu. Mulailah dari angka rata-rata tiga bulan, lalu turunkan sepuluh persen untuk kategori yang kamu rasa paling longgar.
Sisakan ruang untuk hal tak terduga
Anggaran yang tidak punya ruang selalu jebol. Sisihkan beberapa persen untuk biaya tak terduga seperti servis kendaraan atau obat. Kalau tidak terpakai, pindahkan ke tabungan di akhir bulan.
Tinjau dan sesuaikan tiap bulan
Di akhir bulan, bandingkan batas dengan realisasi. Kategori yang selalu jebol berarti batasnya tidak realistis atau ada kebiasaan yang perlu diubah. Putuskan mana yang benar, lalu sesuaikan bulan depan. Anggaran adalah alat yang diperbaiki terus, bukan janji yang harus sempurna.